Saat membaca lagi masa lalu dalam tulisan-tulisanku, mungkin menerbitkan suatu percik kesempatan untuk menuliskan sesuatu tentangnya. Meski tak terlalu mencolok, sedikit menarikpun tak apa untuk dituliskan di sini.
Menulis membutuhkan ide, juga gambaran yang jelas agar nantinya tercipta suatu rangkaian cerita. Masa lalu menjadi suatu sumber ide yang cukup bagus untuk dituangkan dalam suatu tulisan. Buatku, mungkin inilah jalan masuk pertama agar aku memperoleh sedikit inspirasi untuk menulis.
Selama ini rasanya begitu sulit untuk menuangkan pikiran dalam sebuah tulisan. Sudah terlalu banyak orang yang menulis di blognya masing-masing. Di situs koran, majalah, milis juga situs-situs lainnya. Aku merasa semua orang sudah menuangkan tulisannya. Semua topik sudah tercantum dalam basis data pencarian Google. Hingga aku begitu bingung untuk menuangkan apa yang ingin kutuliskan.
Inilah kali pertama aku menulis lagi. Dengan topik yang tak tentu arah, meski sebenarnya aku ingin menuliskan topik “Membaca Kembali Masa Lalu” seperti yang tertulis pada judul tulisan ini.
Masa Lalu. Perlu dimulai dari mana ya? Mungkin dimulai dari sini saja. Dari masa kini. Lalu kembali ke masa depan. Tak perlu terpana ke belakang, cukup menoleh untuk menjadikannya tolok ukur buat melangkah ke depan. Ke tempat dimana kita akan kembali.
Aku tak sempat membaca kembali tulisan-tulisan di masa laluku. Untuk saat ini rasanya malas sekali. Mungkin di kali lain. Saat aku butuh referensi untuk tulisan-tulisanku. Untuk sekarang, mungkin cukup sekian saja & terima kasih. ^_^

My Father (2007) sebuah film yang diangkat dari kisah nyata mengenai pencarian ayah kandung oleh seorang anak yang telah diadopsi sejak masa kanak-kanaknya. Dalam pencariannya, dia menemukan banyak hal tak terduga. Meskipun satu per satu penemuan itu hanya mengarahkan pada kekecewaan yang makin dalam, namun pada akhirnya dia tetap menerima orang yang telah mengaku sebagai ayah kandungnya sebagaimana adanya.