Arsip Kategori: Puisi

Heru sedang belajar berpuisi…

Dalam keteraturan

sang lain ingin bebas. bebas, bukan lepas. dari kekhawatiran yang membelenggu saat waktu terenggut.

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

Rasa sakit

Rasa sakit apa yang sedang mendekam di hatiku. Apatah sesal, kehilangan, ragu, takut, atau…? Dia tetap bertahan meski telah kusampaikan padanya bukti-bukti bahwa dia tak bisa tetap tinggal di situ. Tapi mungkin aku salah. Mungkin dia hanya ingin singgah sejenak … Lanjut membaca

Komentar Dimatikan

Filed under Diari, Puisi

DUA PUISI [CINTA (?)]

abstraksi MUNGKIN TELAH kutanamKAN benih dalam dirimu. sebentuk CINTA, rindu, ATAU juga rasa takut KEhilangAN: apakah sihir? SEBAB sejarah TELAH membentuk WUJUD ini, maka AKAN kau temuKAN KEpalsuAN, putus asa ATAU segala dendam YANG perlahan ingin kukubur. menjadi ruang bawah … Lanjut membaca

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

RUANG, TERINDAH

sebuah ruang. buku-buku, album tua, dinding biru langit sedikit retak dan berlumut. sinar matahari pagi menerobos jendela juga merah senja. 26-28 April 2006

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

lalu datang engkau

lalu datang engkau mengajakku berjalan, berlari sejenak bersedih memikirkan hidup, mati, hampa, juga tawa. tapi bukan untuk berhenti. 28 April 2006

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

Liku liku

: tentangkita.com ada yang terlepas dari helai rambutmu seperti air mata atau peluh lelahan sebagai sorot dan alir yang hunjam menulis misteri dalam kagum, kenang, harap, tangis menjelma gerimis pada senja hingga tertidur dalam buai hangat mimpi: jalan ini masih … Lanjut membaca

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

lelaki yang menangis [2]

tak perlu lagi melukai diri. sebab perubahan adalah pasti, dan ruang-ruang akan kembali sepi. seperti biasa, sedia kala. jika ingin menangis, temui seorang lelaki di halaman belakang, semasa lalunya. dia sedang bermain dengan kereta lori untuk pergi ke sekolah. sendiri, … Lanjut membaca

2 Komentar

Filed under Puisi

kita belum pernah mencoba

dentang-dentang lonceng mengingatkan kita pada episode kematian tadi malam. saat itu kita mencari batu-batu pijakan, menyeberangi sungai, mencoba bertanya seperti apakah perjalanan. namun hidup bukanlah jawaban, katamu, bukan kesimpulan, melainkan sekumpulan pertanyaan yang takkan habis, selama kita menginginkan kehidupan. teori. … Lanjut membaca

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi

Kontradiksi-kontradiksi

ada orang yang berteriak lantang. tentang benar, tentang salah. begitu mudahnya… “mudah. karena aku bukan orang yang salah.” beberapa pulau di benua lain, seorang yang lain bersyair tentang cinta dan kebencian. begitu indahnya… “seperti apakah keindahan? aku mencari padanan kata … Lanjut membaca

2 Komentar

Filed under Puisi

tasbih ilalang [3]

seketika itu hamparan hijau tercerabut dari akar seolah takdir memiliki rupa kematian. tak mampu lagi tumbuh, bukan tak ingin. waktu, dia kelilingi ruang-ruang langit. jiwa pun mulai bicara tentang sepi: hidup telah mengajari kesia-siaan, dan putus asa.

Komentar Dimatikan

Filed under Puisi